Kalakay Hikmah

Matanya dan Hatiku | March 13, 2010

Sepotong wajah dalam cermin

menatap dengan tatapan redup ke mataku

Mataku menatap matanya

Tajam, dalam, berisi ribuan pertanyaan

Garis alisnya tak bertaut

namun menegaskan guratan kelopak matanya

tegas terlipat bersambung bulu mata di ujungnya

Tatapannya sayu

tapi entah mengapa

sekeping hati di dalam cermin bagai tercengkram sesuatu

seperti terhujam sesuatu yang entah apa

aku menatapnya lebih dalam

Ia balas menatapku jauh lebih dalam

Aku bertanya:

Ada apakah di hatinya?

Adakah cinta yang sejati?

Cinta yang murni atau ternodai?

adakah keikhlasan tanpa selimut riya?

Adakah keteguhan dan ketegaran hati?

adakah kelembutan hati yang melembutkan jiwa?

adakah kesedihan dan duka?

karena apa? ketakutan akan dunia dan isinya-kah?

atau ketakutan tak mendapat Cinta dan Cahaya?

Ataukah hampa belaka?

Ia tergugu, matanya semakin lembut dan sayu

alis matanya mengerut

matanya bergetar, merah, basah

Satu dua tetes menjadi derai

Sepotong wajah dalam cermin masih menatapku

Aku melihat matanya menatap tajam menghujam

ke dalam hatiku

entah mengapa padahal itu mataku


Posted in Denting Jiwa

Leave a Comment »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.